4 Standar Keamanan Pangan (Food Safety) di Perusahaan

4 Standar Keamanan Pangan (Food Safety) di Perusahaan

Others

Suatu produksi makanan tak hanya dilihat dari kelezatan dan pengemasannya saja. Standar keamanan pangan harus menjadi prioritas utama bagi konsumen. Makanan yang  memenuhi standar, lebih menjamin aman untuk dikonsumsi dan dipercaya masyarakat. Berikut ini jenis-jenis standar keamanan pangan (food safety) yang biasa diterapkan di perusahaan:

  1. HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point)

HACCP merupakan salah satu standar keamanan pangan, yang menunjukkan apakah produk yang dihadapi berbahaya atau tidak. Standar ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi pencegahan bahaya dan resiko keamanan serta menjamin keamanan pangan. Target dari standar keamanan pangan ini adalah seluruh pihak yang tergabung dalam rantai produksi makanan.

Merupakan standarisasi keamanan pangan yang saat itu masih lokal. Perusahaan baru yang  membutuhkan sertifikat keamanan pangan, biasa akan merujuk pada standar satu ini. Dikenal sebagai standar keamanan pangan yang  sederhana dan mudah dalam pengajuannya. Standar ini setara dengan GMP (Good Manufacturing Practices).

Meskipun tergolong standar keamanan lokal, namun HACCP mampu memberikan banyak manfaat  bagi perusahaan secara internal maupun secara marketing. Standar ini juga memudahkan perusahaan ke depannya jika ingin memperbaharui standar keamanan pangannya dan sudah menjadi pondasi yang kuat untuk perusahaan.

  1. ISO 22000

Standar keamanan pangan berbau internasional ini  diterbitkan pertama kali  pada Bulan September 2005. Tahun ke 2006, Indonesia sudah mulai menerapkan standar keamanan pangan ini. Standar yang memiliki tingkatan lebih tinggi dari HACCP dan GMP. Bahkan kedua standar tersebut, masuk ke dalam komponen standarisasi di ISO 22000.

Kini banyak Industri pangan yang menerapkan standar keamanan ini karena merasa lebih percaya diri dengan mengantongi standar berbau internasional. Bagi perusahaan baru, dapat langsung  memiliki  standar keamanan ini, namun prosesnya tak semudah HACCP. Sedangkan perusahaan lama memiliki sertifikat HACCP cukup melakukan upgrade ke ISO 22000.

  1. FSSC 22000

Keamanan pangan FSSC 22000 merupakan kependekan dari Food Safety System Certification. Standar keamanan pangan yang diterapkan untuk industri multinasional . salah satu perusahaan multinasional dengan standar keamanan satu ini adalah perusahaan Nestle. Perusahaan tersebut bergabung dengan perusahaan lainnya dan melahirkan standar yang diberi nama PAS 22000.

Standar keamanan PAS 22000 ini diperuntukkan untuk industri pangan yang menerapkan ISO 22000. Perpaduan antara PAS 22000 dan ISO 22000 menjadi FSSC 22000. FSSC mulai terbit di tahun 2008, dan diterapkan di Indonesia di tahun 2010. Standar ini dapat langsung  digunakan untuk standar keamanan pertama atau untuk pembaharuan dari standar ISO 22000.

  1. CPPB ( Cara Produksi Pangan yang Baik)

Selain yang telah disebutkan di atas, mutu makanan dapat dilihat dari keamanan produk. Keamanan mutu yang diterapkan, termasuk mutu kehalalan di dalam produksi. Pemeriksaan mutu pangan mulai dari kebersihannya, prosess, kehalalan dan semua proses produksi ini dianjurkan untuk dilakukan secara rutin dari mulai bahan baku hingga proses akhirnya.

Keamanan di tingkat retail atau jalur pendistribusian pangan dilakukan secara berkala dengan bantuan laboratorium. Laboratorium yang terpilih sebagai penjamin mutu yaitu ;laboratorium yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Hasil akreditasi dapat digunakan sebagai acuan industri dapat menggunakan SNI.

Itulah beberapa jenis dari standar keamanan pangan (food safety) di perusahaan. Jadi, keamanan pangan ini merupakan prioritas utama bagi suatu industri pangan untuk mendapatkan kepercayaan dari konsumen. Mulai dari bahan baku yang dibuat, proses, hingga kehalalan dari pangan itu sendiri. Semua standarisasi tersebut dilakukan secara bertahap sesuai alur.